Senin, 26 Oktober 2009

Bisnis Distro

Distro (singkatan dari Distribution Outlet) untuk produk pakaian memang bisnis yang sedang marak. Ada banyak jenis Distro, yang skalanya sangat kecil, yang mirip dengan pedagang kaki-lima, hingga Distro yang berskala besar, punya tim desainer Baju Tshirt sendiri, rumah produksi Tshirt Collection sendiri sekaligus toko yang terletak di daerah yang strategis.
Bagaimana agar tetap survive di bisnis T Shirt Collection ini, bahkan menjadi serius seperti halnya bisnis lainnya?

Pertama-tama yang harus Anda benahi adalah manajemennya. Jika ingin menjadi besar, jangan lagi mengandalkan manajemen dan pembukuan ala kadarnya, ala pertemanan, saling percaya, dll.

Perencanaan bisnis juga harus dirubah, dari yang bersifat ‘go with the flow, tiap hari strategi bisa berubah, menjadi perencanaan bisnis yang solid dan ditentukan secara seksama jangka panjang. Untuk bisa maju, harus dipikirkan secara professional, ke arah mana bisnis Jual Tshirt (Distro) Anda akan dikembangkan. Beberapa pekerjaan rumah Anda antara lain:

1. Lakukan penelitian ulang terhadap bisnis Anda saat ini. Sudah sampai pada tahap manakah Anda melangkah ? Sudah berhasilkah Anda selama ini? Jika sudah berhasil, apa key success factors-nya? Jika belum, apa hambatannya?

2. Bagaimana sebaiknya langkah ke depannya? Apakah sasaran target pembelinya sudah tepat? Apakah positioning Distro Anda di benak target pembeli sudah sama dengan yang Anda harapkan? - Jika Anda ingin mengadakan perubahan, apakah itu sebuah perubahan besar atau hanya sekedar perbaikan dari strategi yang sudah dilaksanakan sekarang? Anda perlu jawab beberapa pertanyaan berikut ini:

3. Sudah terkenalkah nama Distro Anda? Apakah namanya mudah diingat dan cocok dengan tema style atau desain Baju Tshirt yang dijual? Perlukah dilakukan re-branding atau memberikan nama baru pada Distro?

4. Apakah sudah cukup puas dengan hanya mendisain saja pakaian-pakaian (Baju Tshirt) tersebut, tanpa mempunyai tim produksi sendiri? Sanggupkah secara manajemen Anda menangani ekpansi ke produksi?


5. Apakah selama ini disain Baju Tshirt yang digunakan adalah disain ‘bajakan’ alias mencontoh disain brand yang sudah mapan, ataukah disain original hasil kreasi teman-teman sendiri? Apakah disain original Anda sudah mendapat tempat tersendiri di pasar

6.Apakah lokasi yang sekarang digunakan sudah cukup strategis dan memadai

7. Bagaimana selama ini promosi yang sudah dilakukan? Sudah optimalkah? Apakah sudah dipikirkan bagaimana membesarkan brand melalui promosi WOM/ word-of-mouth communication atau promosi dari mulut ke mulut?

Menurut pendapat saya, bisnis Jual Tshirt jadi akan selalu punya tempat tersendiri. Kita amati sendiri beberapa tahun terakhir ini. Tampaknya bisnis Distro atau factory outlet atau apapun namanya, masih saja digemari konsumen. Mungkin yang berubah adalah jenis produk yang ditawarkan, jenis displaynya, jenis desainnya, dll. Tetapi secara prinsip, bisnis pakaian (Baju T Shirt) jadi akan selalu menjanjikan. Jadi lanjutkan berusaha di bisnis ini – keep going!

Sumber: cannizaro.wordpress.com

KERIPIK PISANG

1. PENDAHULUAN
Buah-buahan merupakan bahan pangan sumber vitamin. Selain buahnya yang
dimakan dalam bentuk segar, daunnya juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai
keperluan. Misalnya daun pisang untuk makanan ternak, daun pepaya untuk
mengempukkan daging dan melancarkan air susu ibu (ASI) terutama daun
pepaya jantan.
Warna buah cepat sekali berubah oleh pengaruh fisika misalnya sinar matahari
dan pemotongan, serta pengaruh biologis (jamur) sehingga mudah menjadi
busuk. Oleh karena itu pengolahan buah untuk memperpanjang masa
simpannya sangat penting. Buah dapat diolah menjadi berbagai bentuk
minuman seperti anggur, sari buah dan sirup juga makanan lain seperti
manisan, dodol, keripik, dan sale.
Pisang dapat dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
1) Pisang yang dimakan dalam bentuk segar, misalnya : pisang ambon, raja
sere, raja bulu, susu, seribu, dan emas.
2) Pisang yang dimakan setelah diolah terlebih dahulu, misalnya : pisang
kepok, nangka, raja siam, raja bandung, kapas, rotan, gajah, dan tanduk.
Pisang banyak mengandung protein yang kadarnya lebih tinggi daripada buahbuahan
lainnya, namun buah pisang mudah busuk. Untuk mencegah
pembusukan dapat dilakukan pengawetan, misalnya dalam bentuk keripik,
dodol, sale, anggur, dan lain-lain.
Keripik pisang sudah sejak lama diproduksi masyarakat. Hasil olahan keripik
pisang mempunyai rasa yang berbeda-beda, yaitu : asin, manis, manis pedas,
dan lain-lain. Pembuatan keripik pisang sangat sederhana dan membutuhkan
modal yang tidak terlalu besar. Pisang yang baik dibuat keripik adalah pisang
ambon, kapas, tanduk, dan kepok.
2. BAHAN
1) Pisang tua (mengkal) 20 kg
2) Minyak goreng 1 kg
3) Garam secukupnya
3. ALAT
1) Baskom
2) Alas perajang (talenan)
3) Pisau
4) Ember plastik
5) Penggorengan (Wajan)
6) Lilin (untuk kantong plastik)
7) Tungku atau kompor
8) Tampah (nyiru)
9) Keranjang bambu
10) Kantong plastik (sebagai pembungkus)
4. CARA PEMBUATAN
1) Jemur pisang selama 5~7 jam, lalu kupas;
2) Iris pisang tipis-tipis 1~2 mm menurut panjang pisang;
3) Siapkan minyak yang telah dibubuhi garam kemudian panaskan. Goreng
irisan pisang tersebut sedikit demi sedikit agar tidak melengket satu dengan
yang lainnya. Penggorengan dilakukan selama 5~7 menit tergantung jumlah
minyak dan besar kecilnya api kompor;
4) Angkat keripik setelah berubah warna dari kuning menjadi kuning kecoklatan;
5) Saring minyak setelah lima (5) kali penggorengan, kemudian tambahkan
minyak baru dan garam;
6) Masukkan dalam kantong plastik atau stoples setelah keripik pisang cukup
dingin.

DISTRO

Distro atau distribution outlet atau juga distribution store, adalah tempat untuk menjual berbagai
berbagai produk fashion, asesories buatan lokal yang terbatas dengan harga yang terjangkau.
Perputaran uang di distro sangat cepat, karena anak muda selalu mengikuti mode.

Pasar distro terbuka lebar.Populasi anak muda cukup besar, meski tidak memiliki penghasilan tetap, namun daya beli mereka cukup lumayan.
Sebuah distro bisa mencapai omset Rp 10 - 20 juta perharinya.

Untuk memulai bisnis ini tidak perlu memakai ruangan yang besar, cukup seukuran garasi atau mini market, karena barang yang dijual terbatas dan segmented untuk anak muda.

Modal awal cukup Rp 300 ribu atau bisa juga puluhan juta rupiah.
Barang bisa dibeli di Bandung atau tempat lain.
Kalau modal kecil, tidak perlu sewa tempat. Langsung dibawa ke komunitas anak muda atau kampus.

Bisnis distro perlu kegigihan dan jeli memanfaatkan peluang.
Kendala terbesar di sektor produksi.
Pebisnis distro harus membangun jaringan dan brand awareness ke customer.
Usaha distro harus dikelola secara profesionalisme, kalau tidak kebangkrutan akan segera datang.

Selamat mencoba,

Minggu, 25 Oktober 2009

Bisnis Distro yang semakin berkembang

Salah satu dari sekian banyak bisnis kreatif yang berkembang pesat pada era ini adalah bisnis distro atau clothing. Di Bandung sekitar 10 tahun yang lalu hanya terdapat 5-7 usaha distro, namun seiring berjalannya waktu sekarang sudah terdapat 1000 pelaku yang terjun dalam bisnis clothing di 94 kota di Indonesia. Dibutuhkan strategi marketing yang handal dan design baju yang kreatif untuk dapat bersaing di tengah retail fashion company besar.
Pada tahun 2006 lalu, Tb Fiki Chikara Satari menggagas toko dan outlet berjalan dengan nama Airbus One (Fashion Mobile Store), bus ini dirancang khusus untuk memajang aneka produk airplane. Modal yang diperlukan untuk membuat distro semacam ini terbilang murah, Saat membuka distro Airplane di bawah bendera CV Arrasy Stylisindo Aesthetic, hanya dengan bermodalakan Rp 300.000, dan omset yang di dapat pun sangat menggiurkan.
Di beberapa tempat seperti bandung misalnya merupakan daerah yang potensial untuk kita memulai usaha distro. Ada beberapa alasan kota Bandung sebagai alternative tempat memulai usaha distro yaitu, infrastruktur untuk produksi mudah di dapat, bahan sisa ekspor yang mudah, banyak tukang sablon, banyak tukang jahit dan desainer graphic.
Distro Airplane yang dimiliki Fiki berkembang pesat, Fiki memiliki 3 buah gerai di Bandung. Selain itu, Airplane juga memasok produknya ke 34 distro di Indonesia. Strategi marketing yang dipakai oleh fiki adalah dengan menerapkan konsep season. Setiap season memiliki tema desain yang berbeda, inilah yang membedakan antara distro Airplane dengan distro lainnya. Distro season juga sering mensponsori band-band indie lokal. Airplane juga membangun website sebagai media pemasaran yang dapat menarik animo masyarakat luar negeri seperti Finlandia, Filipina, Australia, dan belanda.